BAB 1
PENDAHULUAN
Semakin berkembang cepatnya
perekonomian dan teknologi di dunia,
semakin banyaknya pesaing yang
berlomba – lomba mengembangkan
usahanya tentu saja harus
mempunyai wawasan dan
pengalaman untuk memberikan
manfaat untuk usahanya. Negri kita ini
kaya dengan sumber daya alamnya
seperti sumberdaya meliputi
sumberdaya alam yang mensuplai
energi seperti minyak, gas alam,
uranium, batubara serta mineral yang
non energi seperti misalnya :
tembaga, nikel,aluminium ,dll. Dan
berbagai masalah ekonomi muncul
dan sangat komplex
Dan Kebutuhan hidup manusia itu
banyak sekali dan beraneka ragam,
sedangkan barang dan jasa sebagai
alat pemuas kebutuhan sangat
terbatas. Kenyataan inilah yang
menjadi inti masalah ekonomi.
Masalah ekonomi dihadapi oleh umat
manusia, apakah mereka sebagai
perseorangan, keluarga, perusahaan,
atau negara.
Dengan kualitas sumberdaya manusia
yang semakin meningkat, akan dapat
mendorong peningkatan produktivitas
ekonomi sekaligus sebagai modal
dasar untuk memacu pertumbuhan
ekonomi.Bagi kebayakan negara-
negara yang tingkat pembangunan
ekonominya sudah tergolong lebih
maju, produktivitas sumberdaya
manusia secara teknis telah dijadikan
sebagai instrumen terpenting untuk
mempertahankan pencapaian laju
pertumbuhan ekonomi, sekaligus
dalam upaya untuk memperkuat basis
struktural perekonomiannya.
Pokok persoalannya adalah:
bagaimanakah dengan sumber-
sumber yang terbatas, manusia dapat
memenuhi kebutuhan-kebutuhan
yang banyak dan beraneka ragam.
BAB II
PEMBAHASAN
SUMBER DAYA KONSUMEN DAN
PENGETAHUANNYA
SUMBER DAYA EKONOMI
Potensi sumberdaya
ekonomi atau lebih dikenal dengan
potensi ekonomi pada dasarnya
dapat diartikan sebagai sesuatu atau
segala sesuatu sumberdaya yang
dimiliki baik yang tergolong pada
sumberdaya alam (natural resources/
endowment factors) maupun potensi
sumberdaya manusia yang dapat
memberikan manfaat (benefit) serta
dapat digunakan sebagai modal dasar
pembangunan (ekonomi)
wilayahtingkat ketergantungan
terhadap sumberdaya secara
struktural harus bisa dialihkan pada
sumberdaya alam lain. Misalnya,
penggunaan energi sinar matahari,
panas bumi, atau gelombang laut
termasuk angin, akan dapat
mengurangi ketergantungan manusia
terhadap sumberdaya alam yang
tidak dapat diperbarui. b. sumberdaya
alam yang tidak dapat diperbarui
(non-renewable or exhaustible
resources). Jenis sumberdaya ini pada
dasarnya meliputi sumberdaya alam
yang mensuplai energi seperti minyak,
gas alam, uranium, batubara serta
mineral yang non energi seperti
misalnya : tembaga,
nikel,aluminium ,dll.Sumberdaya alam
jenis ini adalah sumberdaya alam
dalam jumlah yang tetap berupa
deposit mineral (mineral deposits)
diberbagai tempat dimuka bumi.
Disamping komponen sumberdaya
alam, pada saat ini peranan
sumberdaya manusia (human
resources) dalam konteks kegiatan
pembangunan ekonomi termasuk
pembangunan ekonomi daerah
(wilayah) semakin signifikan. Faktor
sumberdaya manusia ini telah
menghadirkan suatu proses
pemikiran baru dalam telaah teori-
teori pembangunan ekonomi, yang
menempatkan sumberdaya manusia
sebagai poros utama pembangunan
ekonomi baik dalam skala global,
nasional maupun daerah. Strategi
pembangunan ekonomi yang
berbasis pada pengembangan
sumberdaya manusia (human
resources development) dianggap
sangat relevan dan cocok dengan
kondisi dan karakter pembangunan
ekonomi terutama di negara-negara
berkembang sejak era 80-an. Strategi
pembangunan ini pertama kali
diperkenalkan oleh seorang pakar
perencanaan pembangunan ekonomi
berkebangsaan Pakistan yang
bernama Mahbub Ul Haq yang pada
saat itu menjadi konsultan Utama
United Nation Development
Programme (UNDP). Mahbub Ul Haq
berpendapat bahwa pengembangan
sumberdaya manusia harus dijadikan
landasan utama dalam kebijakan
pembangunan ekonomi di negara-
negara sedang berkembang, dan hal
ini dianggap penting mengingat
ketertinggalan negara-negara
berkembang terhadap negara-negara
industri maju dalam tingkat
kesejahteraan ekonomi seperti
kualitas dan standar hidup hanya akan
dapat diperkecil manakala terjadi
peningkatan yang sangat signifikan
dalam pengembangan kualitas
sumberdaya manusia.Dari pola
pemikiran seperti diatas maka takaran
peranan sumberdaya manusia dalam
proses pembangunan ekonomi dalam
konteks untuk mengurangi
kesenjangan pembangunan ekonomi
pada dasarnya harus dilihat dari
aspek peningkatan kualitasnya.
Dengan kualitas sumberdaya manusia
yang semakin meningkat, akan dapat
mendorong peningkatan produktivitas
ekonomi sekaligus sebagai modal
dasar untuk memacu pertumbuhan
ekonomi.Bagi kebayakan negara-
negara yang tingkat pembangunan
ekonominya sudah tergolong lebih
maju, produktivitas sumberdaya
manusia secara teknis telah dijadikan
sebagai instrumen terpenting untuk
mempertahankan pencapaian laju
pertumbuhan ekonomi, sekaligus
dalam upaya untuk memperkuat basis
struktural perekonomiannya. Dalam
era globalisasi, kualitas sumberdaya
manusia yang handal akan sangat
membantu suatu negara untuk
memenangkan kompetisi atau
persaingan dalam perekonomian
global sekaligus dapat menjaga
eksistensi negara tersebut dalam
percaturan dan dinamika
perekonomian dunia yang semakin
kompetitif.
Sumber Daya Sementara
Waktu menjadi variabel yang semakin
penting dalam memahami perilaku
konsumen. Karena konsumen
mayoritas semakin mengalami
kemiskinan akan waktu. Namun
demikian ada suatu bagian waktu
yang dihabiskan untuk kegiatan yang
sangat pribadi yaitu waktu senggang .
Sumber daya kognitifProduk yang
diklasifikasikan menurut sifat waktu
konsumen disebut barang waktu
(time goods).
a. Barang yang Menggunakan Waktu
Produk yang memerlukan pemakaian
waktu dala mengkonsumsinya.
Contoh: Menonton TV, Memancing,
Golf, Tennis (waktu Senggang) Tidur,
perawatan pribadi, pulang pergi
(waktu wajib)
b. Barang Penghemat Waktu
Produk yang menghemat waktu
memungkinkan konsumen
meningkatkan waktu leluasa mereka.
Contoh: oven microwave, pemotong
rumput, fast food.
Sumber Daya Kognitif
adalah kepemimpinan teori psikologi
industri dan organisasi yang
dikembangkan oleh Fred
Fiedler dan Joe Garcia pada tahun
1987 sebagai konseptualisasi dari
model kontingensi Fiedler . Teori ini
berfokus pada pengaruh pemimpin
intelijen dan pengalaman tentang nya
atau reaksinya terhadap stres .
Inti dari teori ini adalah bahwa stres
adalah musuh rasionalitas, merusak
kemampuan pemimpin untuk berpikir
logis dan analitis. Namun,
pengalaman pemimpin dan
kecerdasan dapat mengurangi
pengaruh stres pada (atau dia) nya
tindakan: kecerdasan adalah faktor
utama dalam situasi stres rendah,
sementara jumlah pengalaman
selama lebih selama-saat stres.
Periode Sensorimotor
Menurut Piaget,bayi lahir dengan
sejumlah refleks bawaan selain juga
dorongan untuk mengeksplorasi
dunianya. Skema awalnya dibentuk
melalui diferensiasi refleks bawaan
tersebut. Periode sensorimotor adalah
periode pertama dari empat periode.
Piaget berpendapat bahwa tahapan
ini menandai perkembangan
kemampuan dan pemahaman spatial
penting dalam enam sub-tahapan:
1. Sub-tahapan skema refleks, muncul
saat lahir sampai usia enam minggu
dan berhubungan terutama dengan
refleks.
2. Sub-tahapan fase reaksi sirkular
primer , dari usia enam minggu
sampai empat bulan dan
berhubungan terutama dengan
munculnya kebiasaan-kebiasaan.
3. Sub-tahapan fase reaksi sirkular
sekunder, muncul antara usia empat
sampai sembilan bulan dan
berhubungan terutama dengan
koordinasi antara penglihatan dan
pemaknaan.
4. Sub-tahapan koordinasi reaksi sirkular
sekunder, muncul dari usia sembilan
sampai duabelas bulan, saat
berkembangnya kemampuan untuk
melihat objek sebagai sesuatu yang
permanen walau kelihatannya
berbeda kalau dilihat dari sudut
berbeda (permanensi objek).
5. Sub-tahapan fase reaksi sirkular
tersier, muncul dalam usia dua belas
sampai delapan belas bulan dan
berhubungan terutama dengan
penemuan cara-cara baru untuk
mencapai tujuan.
6. Sub-tahapan awal representasi
simbolik, berhubungan terutama
dengan tahapan awal kreatifitas
Tahapan operasional konkrit
Tahapan ini adalah tahapan ketiga
dari empat tahapan. Muncul antara
usia enam sampai duabelas tahun
dan mempunyai ciri berupa
penggunaan logika yang memadai.
Proses-proses penting selama
tahapan ini adalah:
Pengurutan —kemampuan untuk
mengurutan objek menurut ukuran,
bentuk, atau ciri lainnya. Contohnya,
bila diberi benda berbeda ukuran,
mereka dapat mengurutkannya dari
benda yang paling besar ke yang
paling kecil.
Klasifikasi —kemampuan untuk
memberi nama dan mengidentifikasi
serangkaian benda menurut
tampilannya, ukurannya, atau
karakteristik lain, termasuk gagasan
bahwa serangkaian benda-benda
dapat menyertakan benda lainnya ke
dalam rangkaian tersebut. Anak tidak
lagi memiliki keterbatasan logika
berupa animisme(anggapan bahwa
semua benda hidup dan
berperasaan)
Decentering —anak mulai
mempertimbangkan beberapa aspek
dari suatu permasalahan untuk bisa
memecahkannya. Sebagai contoh
anak tidak akan lagi menganggap
cangkir lebar tapi pendek lebih sedikit
isinya dibanding cangkir kecil yang
tinggi.
Reversibility —anak mulai
memahami bahwa jumlah atau
benda-benda dapat diubah,
kemudian kembali ke keadaan awal.
Untuk itu, anak dapat dengan cepat
menentukan bahwa 4+4 sama
dengan 8, 8-4 akan sama dengan 4,
jumlah sebelumnya.
Konservasi —memahami bahwa
kuantitas, panjang, atau jumlah
benda-benda adalah tidak
berhubungan dengan pengaturan
atau tampilan dari objek atau benda-
benda tersebut. Sebagai contoh, bila
anak diberi cangkir yang seukuran dan
isinya sama banyak, mereka akan tahu
bila air dituangkan ke gelas lain yang
ukurannya berbeda, air di gelas itu
akan tetap sama banyak dengan isi
cangkir lain.
Penghilangan sifat Egosentrisme —
kemampuan untuk melihat sesuatu
dari sudut pandang orang lain
(bahkan saat orang tersebut berpikir
dengan cara yang salah). Sebagai
contoh, tunjukkan komik yang
memperlihatkan Siti menyimpan
boneka di dalam kotak, lalu
meninggalkan ruangan, kemudian
Ujang memindahkan boneka itu ke
dalam laci, setelah itu baru Siti
kembali ke ruangan. Anak dalam
tahap operasi konkrit akan
mengatakan bahwa Siti akan tetap
menganggap boneka itu ada di dalam
kotak walau anak itu tahu bahwa
boneka itu sudah dipindahkan ke
dalam laci oleh Ujang.
Tahapan operasional formal
Tahap operasional formal adalah
periode terakhir perkembangan
kognitif dalam teori Piaget. Tahap ini
mulai dialami anak dalam usia sebelas
tahun (saat pubertas) dan terus
berlanjut sampai dewasa. Karakteristik
tahap ini adalah diperolehnya
kemampuan untuk berpikir secara
abstrak, menalar secara logis, dan
menarik kesimpulan dari informasi
yang tersedia. Dalam tahapan ini,
seseorang dapat memahami hal-hal
seperti cinta, bukti logis, dan nilai. Ia
tidak melihat segala sesuatu hanya
dalam bentuk hitam dan putih,
namun ada "gradasi abu-abu" di
antaranya. Dilihat dari faktor biologis,
tahapan ini muncul saat pubertas
(saat terjadi berbagai perubahan
besar lainnya), menandai masuknya
ke dunia dewasa secara fisiologis,
kognitif penawaran normal,
perkembangan psikoseksual, dan
perkembangan sosial. Beberapa orang
tidak sepenuhnya mencapai
perkembangan sampai tahap ini,
sehingga ia tidak mempunyai
keterampilan berpikir sebagai seorang
dewasa dan tetap menggunakan
penalaran dari tahap operasional
konkrit.
Informasi umum mengenai
tahapan-tahapan
Keempat tahapan ini memiliki ciri-ciri
sebagai berikut:
Walau tahapan-tahapan itu bisa
dicapai dalam usia bervariasi tetapi
urutannya selalu sama. Tidak ada ada
tahapan yang diloncati dan tidak ada
urutan yang mundur.
Universal (tidak terkait budaya)
Bisa digeneralisasi: representasi dan
logika dari operasi yang ada dalam diri
seseorang berlaku juga pada semua
konsep dan isi pengetahuan
Tahapan-tahapan tersebut berupa
keseluruhan yang terorganisasi secara
logis
Urutan tahapan bersifat hirarkis
(setiap tahapan mencakup elemen-
elemen dari tahapan sebelumnya, tapi
lebih terdiferensiasi dan terintegrasi)
Tahapan merepresentasikan
perbedaan secara kualitatif dalam
model berpikir, bukan hanya
perbedaan kuantitatif
Proses perkembangan
Seorang individu dalam hidupnya
selalu berinteraksi dengan lingkungan.
Dengan berinteraksi tersebut,
seseorang akan memperoleh skema.
Skema berupa kategori pengetahuan
yang membantu dalam
menginterpretasi dan memahami
dunia. Skema juga menggambarkan
tindakan baik secara mental maupun
fisik yang terlibat dalam memahami
atau mengetahui sesuatu. Sehingga
dalam pandangan Piaget, skema
mencakup baik kategori pengetahuan
maupun proses perolehan
pengetahuan tersebut. Seiring dengan
pengalamannya mengeksplorasi
lingkungan, informasi yang baru
didapatnya digunakan untuk
memodifikasi, menambah, atau
mengganti skema yang sebelumnya
ada. Sebagai contoh, seorang anak
mungkin memiliki skema tentang
sejenis binatang, misalnya dengan
burung. Bila pengalaman awal anak
berkaitan dengann burung kenari,
anak kemungkinan beranggapan
bahwa semua burung adalah kecil,
berwarna kuning, dan mencicit. Suatu
saat, mungkin anak melihat seekor
burung unta. Anak akan perlu
memodifikasi skema yang ia miliki
sebelumnya tentang burung untuk
memasukkan jenis burung yang baru
ini.
Asimilasi adalah proses
menambahkan informasi baru ke
dalam skema yang sudah ada. Proses
ini bersifat subjektif, karena seseorang
akan cenderung memodifikasi
pengalaman atau informasi yang
diperolehnya agar bisa masuk ke
dalam skema yang sudah ada
sebelumnya. Dalam contoh di atas,
melihat burung kenari dan
memberinya label "burung" adalah
contoh mengasimilasi binatang itu
pada skema burung si anak.
Akomodasi adalah bentuk
penyesuaian lain yang melibatkan
pengubahan atau penggantian skema
akibat adanya informasi baru yang
tidak sesuai dengan skema yang
sudah ada. Dalam proses ini dapat
pula terjadi pemunculan skema yang
baru sama sekali. Dalam contoh di
atas, melihat burung unta dan
mengubah skemanya tentang burung
sebelum memberinya label "burung"
adalah contoh mengakomodasi
binatang itu pada skema burung si
anak.
Melalui kedua proses penyesuaian
tersebut, sistem kognisi seseorang
berubah dan berkembang sehingga
bisa meningkat dari satu tahap ke
tahap di atasnya. Proses penyesuaian
tersebut dilakukan seorang individu
karena ia ingin mencapai
keadaan equilibrium, yaitu berupa
keadaan seimbang antara struktur
kognisinya dengan pengalamannya di
lingkungan. Seseorang akan selalu
berupaya agar keadaan seimbang
tersebut selalu tercapai dengan
menggunakan kedua proses
penyesuaian di atas.
Dengan demikian, kognisi seseorang
berkembang bukan karena menerima
pengetahuan dari luar secara pasif
tapi orang tersebut secara aktif
mengkonstruksi pengetahuannya.
Pengetahuan Organisasi:
Pengetahuan organisasi ini
dimaksudkan untuk mencakup semua
jenis skema untuk mengorganisir
informasi dan manajemen
pengetahuan mempromosikan 1.
Pengetahuan organisasi mencakup
skema klasifikasi yang mengatur
bahan-bahan pada tingkat umum
(seperti buku-buku di rak), judul-judul
subjek yang menyediakan akses yang
lebih rinci, dan otoritas file yang
mengontrol versi varian informasi
penting (seperti nama-nama geografis
dan nama-nama pribadi) . Istilah
pengetahuan organisasi ini
dimaksudkan untuk mencakup semua
jenis skema untuk mengorganisir
informasi dan mempromosikan
manajemen pengetahuan
Pengetahuan Konsumen akan
Mempengaruhi Keputusan
Pembelian
Apa yang dibeli, berapa banyak yang
dibeli, dimana membeli dan kapan
membeli akan tergantung kepada
pengetahuan konsumen mengenai
hal-hal tersebut.
Pengetahuan Konsumen adalah
semua informasi yang dimiliki
konsumen mengenai berbagai
macam produk, serta pengetahuan
lainnya yang terkait dan informasi
yang berhubungan dengan fungsinya
sebagai konsumen.
Pengetahuan Produk adalah
kumpulan berbagai macam informasi
mengenai produk
Pengetahuan ini meliputi kategori
produk, merek, terminologi produk,
atribut atau fitur merek produk, harga
produk dan kepercayaan mengenai
produk.
Jenis Pengetahuan Produk
(1) Pengetahuan ttg karakteristik/
atribut produk
(2) Pengetahuan ttg manfaat produk
(3) Pengetahuan ttg kepuasan yg
diberikan produk kepada konsumen.
Seorang Konsumen akan melihat
suatu produk berdasarkan kepada
karakteristik atau ciri atau atribut dari
produk tersebut.
Setiap konsumen mungkin memiliki
kemampuan yg berbeda dalam
menyebutkan karakteristik/atribut dari
suatu produk. Hal ini disebabkan
perbedaan pengetahuan yang
dimilikinya.
Pengetahuan mengenai atribut
tersebut akan mempengaruhi
pengambilan keputusan konsumen.
Pengetahuan yg lebih banyak akan
memudahkan konsumen dlm memilih
produk yg akan dibelinya.
Seorang Konsumen mengkonsumsi
sayuran dan buahbuahan karena
mengetahui manfaat produk tsb bagi
kesehatan tubuhnya. Manfaat yg
dirasakan konsumen setelah
mengkonsumsi sayuran dan buah-
buahan adalah memperlancar BAB.
Inilah yang disebut sebagai
pengetahuan tentang manfaat produk
Dua Jenis Manfaat
(1) Manfaat Fungsional, yaitu manfaat
yg dirasakan konsumen secara
fisiologis
(2) Manfaat Psikososial, yaitu aspek
psikologis dan aspek sosial yang
dirasakan konsumen setelah
mengkonsumsi suatu produk
Pengetahuan Pembelian terdiri atas
pengetahuan tentang toko, lokasi
produk di dalam toko dan
penempatan produk yang sebenarnya
di dalam toko tersebut
Konsumen cenderung lebih senang
mengunjungi toko yang sudah
dikenalnya untuk berbelanja, karena
telah mengetahui dimana letak
produk di dalam toko tsb.
Hal ini akan memudahkan konsumen
untuk berbelanja karena konsumen
bisa menghemat waktu dalam
mencari lokasi produk.
Store contact meliputi tindakan
mencari outlet, pergi ke outlet dan
memasuki outlet.
Product contact , konsumen akan
mencari lokasi produk, mengambil
produk tsb dan membawanya ke kasir
Transaction, konsumen akan
membayar produk tsb dengan tunai,
kartu kredit, kartu debet atau alat
pembayaran lainnya.
Suatu produk akan memberikan
manfaat kepada konsumen jika
produk tsb telah digunakan/
dikonsumsi.
Agar produk tsb bisa memberikan
manfaat yang maksimal dan kepuasan
yg tinggi, maka konsumen harus bisa
menggunakan/ mengkonsumsi
produk tersebut dengan benar.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan dari materi tersebut
adalah sumber daya konsumen dan
pengetahuan dapat berperan lebih
besar untuk memacu pertumbuhan
ekonomi sangat signifikan di Negara-
negara tergolong ekonomi maju.
BEST FRIEND
Tampilkan postingan dengan label Perilaku Konsumen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perilaku Konsumen. Tampilkan semua postingan
Jumat, 16 Desember 2011
Jumat, 11 November 2011
BAB I
PENDAHULUAN
Kedudukan konsumen semakin penting dalam hubungannya dengan organisasi. Konsumen menuntut tidak terbatas terpenuhi kebutuhan tetapi juga yang menjadi keinginannya. Peningkatan tersebut sejalan dengan perkembangan teknologi informasi yang memberikan kemudahan konsumen untuk mengetahui, memahami, dan mempunyai banyak pilihan.
Perusahaan seharusnya memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen secara lebih baik dari pada pesaingnya. Proses keputusan pembelian menurut Philip Kotler terdiri dari 5 tahap, yaitu : pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternative, keputusan pembelian, paska pembelian.
Istilah keputusan pembelian menunjukan arti kesimpulan terbaik individu konsumen untuk melakukan pembelian. Konsumen melakukan kegiatan-kegiatan dalam mencapai kesimpulannya. Kualitas setiap kegiatan membentuk totalitas kesimpulan terbaik sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya. Keadaannya, kesimpulan terbaik penting didorong berbagai upaya organisasi sebagai keadaan dasar yang melandasi.
BAB 2
PEMBAHASAN
A. MODEL KEPUTUSAN PEMBELIAN
1. Input
Faktor dari luar yang terdiri dari bauran pemasaran dan faktor social. Bauran pemasaran untuk menjangkau, member informasi dan mendorong keputusan pembelian konsumen. Faktor social budaya meliputi keluarga, sumber informasi, sumber non komersial, kelas social dan sub budaya memberikan pengaruh bagaimana konsumen melakukan evaluasi dalam menerima atau menolak produk maupun perusahaan.
2. Proses
Proses keputusan pembelian dipengaruhi unsur psikologis yang menentukan tipe pembelian yang mereka buat meliputi motivasi, persepsi, belajar, kepribadian dan sikap
a. Adanya kebutuhan
Kesenjangan antara keadaan factual dengan keadaan yang dinginkan konsumen. Kebutuhan ini dapat dirasakan baik melalui rangsangan dari luar maupun dari dalam.
b. Pencarian informasi
Informasi dibutuhkan sebagai alat pertimbangan dari berbagai alternative yang ada. Informasi tersebut dikumpulkan dalam jumlah lebih dari satu yang dapat mempunyai kesamaan, melemgkapi bahkan berbeda dalam keberadaannya.
c. Evaluasi alternative
Perbandingan dari berbagai alternative yang ada sehingga diperoleh pilihan terbaik
3. Output
Perilaku setelah pengambilan keputusan yang terdiri dari perilaku pembelian dan evaluasi setelah pembelian.
a. Pembelian
Terdpat dua jenis pembelian yaitu pembelian coba – coba dan pembelian ulang. Pembelian coba – coba merupakan awal dari konsumen melakukan hubungan dengan produk maupun organisasi, pembelian ulang menunjukan pembelian yang terjadi setelah konsumen mempunyai pengalaman dengan produk maupun organisasi sebagai indikasi adanya kepercayaan atau kepuasan
b. Evaluasi setelah pembelian
Penilaiann terhadap pembelian yang telah dilakukan dari terpenuhinya kebutuhan, keinginan, dan harapan. Penilaian ini menimbulkan rasa puas atau tidak puas konsumen yang memberikan pengaruh terhadap tindakan selanjutnya mereka terhadap produk sebagai umpan balik berupa pengalaman pembelian
B. KESADARAN KONSUMEN TERHADAP KEBUTUHAN DAN KEINGINANNYA
Abraham Maslow mengklasifikasikan kebutuhan secara sistematik kedalam 5 kategori :
1. Kebutuhan fisiologis
Kebutuhan paling pokok, seperti sandang, pangan dan papan
2. Kebutuhan rasa aman
Setelah kebutuhan fisiologis terpenuhi maka kebutuhan rasa aman muncul menggantikannya. Kebutuhan ini akan memotivasi seorang seperti jaminan keamanan
3. Kebutuhan social
Jika kebutuhan fisiologis dan rasa aman terpenuhi maka kebutuhan itu tidak lagi memotivasi, kebutuhan social yang menjadi motivasi aktif, seperti afiliasi, kasih sayang
4. Kebutuhan ego
Kebutuhan yang berkaitan dengan kehormatan diri, reputasi seorang seperti pengakuan dan penghormatan.
5. Kebutuhan perwujudan diri
Kebutuhan yang hanya mulai mendominasi perilaku seseorang jika semua kebutuhan ditingkat yang lebih rendah terpenuhi.
C. KEGIATAN PENCARIAN INFORMASI
Tipe – tipe pencarian informasi yang dilakukan konsumen :
1. Pencarian informasi Pra pembelian
a. Determinan
1. Keterlibatan dalam pembelian
2. Lingkungan pasar
3. Faktor situasional
b. Motif pencarian
Membuat keputusan pembelian yang lebih baik
c. Hasil yang diharapkan
1. Meningkatkan pengetahuan atas produk dari pasar
2. Meningkatkan hasil pembelian yang memuaskan
2. Pencarian informasi terus menerus
a. Determinan
1. Keterlibatan dengan produk
2. Lingkungan pasar
3. Faktor situasional
b. Motif pencarian
Membangun bank informasi untuk digunakan pada masa mendatang sebagai cara untuk bersenang – senang
c. Hasil yang diharapkan
1. Meningkatkan pengetahuan atas produk dan pasar yang akan digunakan untuk pembelian efektif dan efsien pada masa mendatang
2. Mempengaruhi orang lain
3. Meningkatkan kepuasan
D. EVALUASI ALTERNATIF
Konsumen mempelajari merek – merek yang tersedia dan cirri – cirinya. Informasi ini digunakan untuk mengevaluasi semua alternative yang ada dalam menentukan keputusan pembeliannya. Ada 2 kriteria evaluasi alternative :
1. Manfaat yang diperoleh dengan membeli produk
2. Kepuasan yang diharapkan
Model Keterlibatan Konsumen
Gambar diatas memberikan gambaran berbagai konsdisi yang mempengaruhi keterlibatan konsumen kemudian mempengaruhi pengolahan informasi yang menimbulkan keputusan pembelian. Keterlibatan tahan lama dipengaruhi pentingnya produk pada citra diri konsumen, daya tarik yang terus menerus dari suatu produk, daya tarik emosional dan symbol – symbol dari kelompok rujukan. Keterlibatan situasional dipengaruhi symbol – symbol nilai kelompok rujukan dan resiko pembelian. Symbol – symbol nilai kelompok rujukan mempengaruhi keterlibatan tahan lama yang terjadi ketika individu konsumen menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kelompok rujukan. Keterlibatan emosional dan keterlibatan tahan lama dikategorikan sebagai konsumen yang mempunyai keterlibatan tinggi. Keterlibatan konsumen yang tinggi menyebabkan konsumen lebih banyak mencari informasi dan menyeleksi informasi serta lebih hati – hati dalam keputusan pembeliannya.
BAB III
PENUTUP
Ada 5 kategori dalam mengklasifisikan kebutuhan :
1. Kebutuhan fisiologis
2. Kebutuhan rasa aman
3. Kebutuhan social
4. Kebutuhan ego
5. Kebutuhan perwujudan diri
Ada 3 kategori model keputusan membeli :
1. Input
2. Proses
3. Output
Kamis, 13 Oktober 2011
Segmentasi Pasar
BAB I
I. PENDAHULUAN
Keberadaan perusahaan di indonesia memang sangat berkembang pesat, dimana dalam sepuluh tahun terakhir terdapat perkembangan jumlah produsen. Pasar yang sangat besar merupakan daya tarik utama berkembangnya industri ini di Indonesia, dengan selera konsumen yang berfariasi, para produsen pun berlomba-lomba untuk dapat memenuhi semua selera konsumen.
Di tengah persaingan produsen dalam mensegmentasi pasar, konsumen akan banyak di untungkan, karena akan ada banyak macam produk yang tercipta sehingga akan muncul suatu produk yang sesuai dengan keinginan dan selera konsumen.
Dalam perkembangannya, segmentasi pasar kini terlihat semakin unik karena produsen dengan segenap cara, berusaha untuk mampu menarik perhatian calon konsumen dengan produk-produk yang lebih unik dan inovatif dari pada produk pesaingnya.
BAB II
II. PEMBAHASAN
1. Segmentasi pasar
Definisi Segmentasi Pasar :
a. Swastha & handoko ( 1997 )
Mengartikan Segmentasi Pasar sebagai kegiatan membagi-bagi pasar yang bersifat heterogen kedalam satuan-satuan pasar yang bersifat homogen.
b. Pride & ferrel ( 1995 )
Mengatakan bahwa segmentasi pasar adalah suatu proses membagi pasar kedalam segmen-segmen pelanggan potensial dengan kesamaan karakteristik yang menunjukan adanya kesamaan perilaku pembeli.
c. Kotler, Bowen dan Makens
Pasar terdiri dari pembeli dan pembeli yang berbeda-beda dalam berbagai hal yang bisa membeli dalam keinginan, sumber daya, lokasi, sikap membeli dan kebiasaan membeli. Karena masing-masing memiliki kebutuhandan keinginan yang unik, masing-masing pembeli merupakan pasar potensial tersendiri, oleh sebab itu penjual idealnya mendisain program pemasarannya tersendiri bagi masing-masing pembeli, untuk itu perusahaan mencari kelas-kelas pembeli yang lebih besar dengan kebutuhan produk atau tanggapan membeli yang berbeda-beda. Segmen pasar terdiri dari kelompok pelanggan yang memiliki seperangkat keinginan yang sama.
Segmentasi pasar adalah proses pemilahan atau pembagian pasar ke dalam beberapa kelompok pelanggan (sub-market) yang memiliki karakteristik sama dalam kebutuhan dan sikap, dan diharapkan akan memberikan respon yang sama terhadap penawaran yang disampaikan.
Dengan melakukan segmentasi pasar produsen akan lebih tepat dalam mengarahkan program pemasarannya secara lebih efektif. Pemikiran mengenai segmentasi pasar dapat dikatakan sebagai jawaban terhadap model pemasaran yang berlangsung sebelumnya yang tidak lagi mampu menjawab dinamika perkembangan kebutuhan tuntutan pelanggan yang semakin beragam.
Pada dasarnya pemikiran mengenai segmentasi pasar merupakan sebuah evolusi dari model pemasaran yang pernah berlaku, di antaranya adalah :
a. Pemasaran massal (mass marketing). Merupakan pemasaran yang dilakukan terhadap satu jenis produk yang diproduksi secara besar-besaran, didistribusikan secara besar-besaran, dan dipromosikan secara besar-besaran. Pertimbangan utama dari pemasaran massal adalah rendahnya harga pokok dan harga jual sehingga diharapkan dapat tercipta pasar potensial yang besar.
Contoh :
PT Coca-Cola Indonesia mempromosikan produk coca-cola secara besar-besaran pada suatu momen (asian games), diharapkan dengan cara ini, coca-cola akan di kenal masyarakat secara luas.
b. Pemasaran aneka produk (product differentiated marketing) Merupakan pemasaran yang dilakukan terhadap dua atau lebih produk dari satu lini produk yang sama yang masing-masing produk berlainan dalam model, ukuran, kualitas dan yang lainnya.
Contoh :
Coca Cola Pada perkembangannya membuat diferensiasi produk dengan kemasan dan ukuran yang berbeda untuk pelanggan yang sama.
c. Pemasaran sasaran (target marketing) Merupakan pemasaran yang dilakukan pada pasar sasaran bagi sebuah produk yang memang dirancang khusus untuk pelanggan dari pasar itu.
Contoh :
Coca-cola mengeluarkan produk minuman soda fanta dengan warna kuning, dan dengan rasa rasa jeruk, hal ini dilakukan untuk mendapatkan pasar dari konsumennya yang juga penggemar jeruk.
2. Hal – hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan Segmentasi Pasar
Pengusaha yang melakukan segmentasi pasar akan berusaha mengelompokkan konsumen kedalam berbagai segmen yang secara relative memiliki sifat-sifat homogeny dan kemudian memperlakukan masing-masing segmen dengan cara yang berbeda.
Seberapa jauh pengelompokkan itu harus dilakukan, banyak factor yang terlebih dahulu perlu dicermati, factor tersebut antara lain :
1. Variabel segmentasi
Penggunaan dasar segmentasi yang tepat dan berdaya guna akan lebih dapat menjamin keberhasilan suatu rencan strategis pemasaran. Dimensi yang memiliki peranan utama dalam mennetukan segmentasi pasar adalah variable yang terkandung dalam segmentasi pasar itu sendiri.
Kotler mengklasifikasikan jenis variable tersebut :
a. Segmentasi Geografi
Membagi pasar menjadi unit geografi yang berbeda, seperti Negara, propinsi, kabupaten, kota, wilayah, dll. Jadi dengan segmentasi ini, pemasar memperoleh kepastian kemana atau dimana produk ini harus dipasarkan.
b. Segmentasi Demografi
Memberikan gambaran bagi pemasar kepada siapa produk ini harus ditawarkan. Kepada siapa berkonotasi pada umur, jenis kelamin, jumlah anggota keluarga, siklus kehidupan keluarga, dapat pulsa berkonotasi tingkat penghasilan, pendidikan, jenis pekerjaan, pengalaman, agama dan keturunan.
c. Segmentasi Psikografi
Pada segmentasi ini pembeli dibagi menjadi kelompok berdasarkan :
a) Status Sosial, missal : pemimpin masyarakat, pendidik golongan menegah dan elite
b) Gaya Hidup, missal : modern, tradisional, boros, hemat, dll
c) Kepribadian, missal : penggemar, pecandu, dll
d. Segmentasi Tingkah Laku
Mengelompokan pembeli berdasarkan pada pengetahuan, sikap, penggunaan, atau reaksi mereka terhadap suatu produk. Segmentasi perilaku dapat diukur menggunakan indicator sebagai berikut :
a) Manfaat yang dicari
Segmentasi manfaat menuntu ditemukannya manfaat utama yang dicari orang dalam kelas produk, jenis orang yang mencari setiap manfaat dan merek utama yang dicari orang dalam kelas produk
b) Status pengguna
Pasar dapat disegmentasikan menjadi kelompok bukan pengguna, mantan pengguna, pengguna potensial, pengguna pertama kali dan pengguna regular dari suatu produk
c) Tingkat pemakain
Pasar dapat juga disegmentasikan menjadi kelompok pengguna ringan, menengah dan berat
d) Status loyalitas
Konsumen dapat loyal terhadap merek, pembeli dibagi menjadi beberapa kelompok menurut tingkat loyalitas mereka
3. Manfaat dan Kelemahan Segmentasi
Manfaat :
a) Perusahaan dakan dapat mendeteksi secara dini dan tepat mengenai kecenderungan dalam pasar yang senantiasa berubah
b) Dapat mendesain produk yang benar-benar sesuai dengan permintaan pasar
c) Dapat menentukan kampanye dan periklanan yang paling efektif
d) Dapat mengarahkan dana promosi yang tersedia melalui media yang tepat
e) Dapat digunakan untuk mengukur usaha promosi sesuai dengan masa dimana reaksi pasar cukup besar
f) Dapat membedakan antara segmen yang satu dengan yang lainnya
g) Dapat digunakan untuk mengetahui sifat masing-masing segmen
h) Dapat digunakan untuk memilih segmen mana yang akan dijadikan pasar sasaran
Kelemahan :
a) Biaya produksi akan lebih tinggi, karena jangka waktu proses produksi lebih pendek
b) Biaya penelitian akan bertambah searah dengan banyaknya ragam dan macam segmen pasar yang ditetapkan
c) Biaya promosi akan menjadi lebih tinggim ketika sejumlah media tidak menyediakan diskon
d) Kemungkinan akan terjadi persaingan yang tidak sehat, misalnya kanibalisme sesame produsen untuk produk dan segmen yang sama
4. Penentuan target Pasar
1. Konsentrasi Segmen Tunggal
Perusahaan memilih berkonsentrasi pada segmen tertentu, hal ini dilakukan karena dan ayang terbatas, segmen tesebut tidak memiliki pesain dan merupakan segmen yang paling tepat sebagai landasan untuk ekspansi kesegmen lainnya.
2. Spesialisasi Selektif
Perusahaan memilih sejumlah segmen pasar yang menarik dan sesuai dengan tujuan serta sumber daya yang dimilik
3. Spesialisasi Pasar
Perusahaan memuaskan dirinya pada upaya melayani berbagaia kebutuhan dari suatu kelompok pelanggan tertentu
4. Spesialisasi Produk
Perusahaan memusatkan diri pada pembuatan produk tertentu yang akan dijual kepada berbagai segmen pasar
5. Pelayanan Penuh ( full market coverage )
Perusahaan berupaya melayani semua kelompok pelanggan dengan semua produk yang mungkin dibutuhkan, hanya perusahaan besar yang mampu menerapkan strategi ini, karena dibutuhkan daya yang sangat besar
6. Positioning
Positioning berhubungan dengan upaya identifikasi, pengembangan dan komunikasi keunggulan yang bersifat khas serta unik, focus utama positioning adalah persepsi pelanggan terhadap produk yang dihasilkan dan bukan hanya sekedar produk fisik. Keberhasilan positioning sangat ditentukan oleh kemampuan sebuah perusahaan untuk mendeferensiasikan atau member nilai superior kepada pelanggan. Sedangkan kunci utama keberhasilan positioning terletak pada persepsi yang diciptakan dari persepsi perusahaan terhadap dirinya sendiri, persepsi perusahaan terhadap pesaing, persepsi perusahaan terhadap pelanggan, persepsi pesaing terhadap dirinya sendiri, persepsi pesaing terhadap perusahaan, persepsi pesaing terhadap pelanggan, persepsi pelanggan terhadap perusahaan an persepsi pelanggan terhadap pesaing
7. Deferensiasi
Adalah tindakan merancang satu perbedaan yang berarti untuk membedakan penawaran perusahaan dari pesaing. Deferensiasi bisa berdasarkan produk yang ditwarkan dengan berbagai keistimewaan, penambahan pelayanan, penigkatan kualitas, kemudahan pelanggan, berdasarkan personil dengan cara mempekerjakan orang yang lebih baik dari pesaing mereka, sedangkan berdasarkan saluran yaitu perusahaan mencapai deferensiasi denga cara membentuk saluran distribusi, terutama jangkauan, keahlian, dan kinerja saluran
5. Rencana Perubahan
Bentuk – bentuk struktur pasar konsumen :
1. Pasar persaingan sempurna
Terjadi ketika jumlah produsen sangat banyak sekali dengan memproduksi produk yang sejenis dan mirip dengan jumlah konsumen yang banyak.
Sifat Pasar persaingan sempurna :
· Jumlah penjual dan pembeli banyak
· Barang yang dijual sejenis
· Penjual bersifat pengambil harga ( price taker )
· Harga ditentukan mekanisme pasar permintaan dan penawaran
· Sulit memperoleh keuntungan diatas rata-rata
· Sensitive terhadap perubahan harga
· Mudah untuk masuk dan keluar pasar
2. Pasar Monopolistik
Terjadi manakala jumlah produsen banyak dengan produk yang serupa, namun dimana konsumen produk tersebut berbeda-beda antara produsen yang satu dengan yang lain. Ex : Snack
Sifat pasar Monopolistik :
· Mirip dengan pasar persaingan sempurna
· Diperlukan keunggulan bersaing yang berbeda
· Brand yang menjadi cirri khas produk berbeda-beda
· Relative mudah keluar masuk pasar
3. Pasar Oligopoli
Adalah suatu bentuk persaingan pasar yang didominasi oleh beberapa produsen dalam satu wilayah atau area. Ex : semen, mobil
Sifat pasar Oligopoli :
· Harga produk yang dijual relative sama
· Pembedaan produk yang unggul merupakan kunci sukses
· Sulit masuk kepasar karena butuh sumber daya yang besar
· Perubahan harga akan diikuti perusahaan lain
4. Pasar Monopoli
Terjadi jika didalam pasar konsumen hanya terdiri dari satu produsen an penjual. Ex : Microsoft, PLN
Sifat pasar Monopoli :
· Hanya terdapat satu penjual
· Harga dan jumlah kuantitas produk dikuasai oleh perusahaan monopoli
· Tidak butuh strategi dan promosi untuk sukses
· Hanya ada satu jenis produk tanpa adanya alternative pilihan
· Sulit masuk ke pasar karena butuh sumber daya yang sulit didapat
BAB III
KESIMPULAN
Ada beberapa tahapan sebelum seorang konsumen memutuskan untuk membeli atau menunda pembelian terhadap suatu barang. Rangkaian tahapan ini disebut sebagai decision making process. Sebelumnya, terdapat motivasi dan involment yang melatarbelakangi decision making process. Motivasi dan involvement sendiri dipengaruhi oleh kondisi psikologis, kondisi situasional dan aktivitas kognitif.
Ada banyak manfaat dari segmentasi pasar yang bias memberikan keuntungan lebih untuk para produsen, namun ada juga kelemahan yang harus diperhatikan juga.
Langganan:
Postingan (Atom)